Rabu, 18 Februari 2015

Cara Pengisian Rapor Didalami

Cara Pengisian Rapor Didalami

Hasil gambar untuk Cara Pengisian Rapor Didalami     Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) menggelar bimbingan teknik (bimtek) tata cara pengisian buku rapor kurikulum 2013 di SMPN 2 Manonjaya, kemarin (27/11).
Kepala SMPN 2 Manonjaya H Dayat Sudrajat mengatakan bimtek ini untuk mempermudah guru dalam mengisi nilai rapor siswa. Rapor kurikulum saat ini berbeda jauh dengan rapor sebelumnya. ”Perbedaannya hampir 100 persen,” katanya kepada Radar, kemarin (27/11).
Rapor kurikulum baru, kata dia, ada deskripsi nilai. Semuanya harus terakumulasi yang nantinya dicantumkan dalam nilai rapor. Contohnya, siswa memiliki nilai B deskripsinya seperti apa dan itu kebanyakan yang menjadi kendala para guru.
Bimtek kemarin, dihadiri oleh 68 sekolah di Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili wakasek kurikulum dan operator. Perwakilan ini diharapkan bisa menyampaikan kembali hasil bimtek kepada guru di sekolahnya masing-masing. Sehingga ketika mengisi rapor, guru sudah tidak bingung dan canggung lagi.
Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kabupaten Tasikmalaya H Bartis Suargana mengatakan bimtek yang diselenggarakan MKKS ini akan pencerahan bagi guru dalam mengisi rapor baru. “Kalau ini lebih ke pembuatan sistemnya untuk pengisian rapor. Dengan harapan walaupun rapor baru, guru tetap mudah mengisinya,” katanya melalui sambungan telepon kemarin. (yfi)
Cara Pengisian Rapor Didalami

Incoming search terms:

  • cara pengisian rapor deskripsi kurikulum 2013
  • aporcara pengisian rapor kurikulum 2013
  • buku rapor dan contoh pengisian rapor
  • Cara guru mengisi nilai rapor
  • nilai rapor siswa

Kamis, 12 Februari 2015

MUI Haramkan Perayaan Valentine

MUI Haramkan Perayaan Valentine

CIAMIS – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis KH Ahmad Hidayat Sirodj menyatakan perayaan hari valentine bagi umat Islam, adalah haram. Sejarah lahirnya hari Valentine bukan budaya umat Islam. Perayaan hari kasih sayang itu juga dalam kenyataannya lebih kental dengan hal negatif yang dilarang agama.
“Rasul bersabda lainni (jauhi, Red) prilaku orang musrik. Kalau hari valentine itu hari kasih sayang yang jelas bukan dari Islam tapi operasionalnya me­nimbulkan dosa. Kasih pria terhadap wanita de­ngan bergaul bebas (tanpa ikatan pernikahan, Red),” ujarnya saat ditemui di­komplek masjid agung kemarin (12/2/2015).
Dia menilai hari valentine lebih identik dengan memberikan kebebasan kepada muda-mudi melakukan pergaulan bebas. Hal seperti itu bisa menimbulkan maksiat. Karenanya umat Islam dilarang merayakan hari tersebut. “Tentu saja bagi orang Islam yang ikut memperingatinya, terlibat dari acara itu, kebebasan pergaulan antar muda-mudi dengan alasan kasih sayang, maka berdosa,” tandasnya.
Dia menyebutm, jika budaya dari luar seperti valentine terus diikuti maka moral generasi muda umat muslim akan rusak.Dia meminta muda-mudi tidak ikut-ikutan merayakan hari tersebut. “Kepada muda-mudi diharapkan untuk tidak ikut memperingati hari valentine itu. Karena sesuatu hal yang mengarah ke jalan yang haram maka hukumnya haram,”tegasnya. (dhs)
  • Incoming search terms:
  • valentine secara islam 2015
  • Alasan umat islam haram merayakan hari valentin
  • orang isllam d llarang merayakan vallentine
  • valentine dalam pandangan islam 2015

Mental dan Fisik Polwan Digembleng

Mental dan Fisik Polwan Digembleng

CIAMIS – Sekitar 27 orang anggota polwan dari Polda Jawa Barat menjalani penggemblengan mental dan fisik di Ciamis. Mereka diberi pelatihan fisik seperti jalan kaki sepanjang lima kilometer dan jalan bebek, berjalan sambil jongkok di aliran sungai hingga merangkak. Penggemblengan dilakukan di Lingkungan Cibeureum Kelurahan Sindangrasa Ciamis.
Paur Humas Polres Ciamis IPDA Hj Iis Yeni Idaningsih SH mengatakan semua plwan akan menjalani latihan selama dua bulan di Ciamis. “Kami berikan pelatihan fisik dan rintangan kepada mereka,”ujarnya saat ditemui kemarin (12/2/2015).
Pemberian latihan dan rintangan itu untuk melatih kemampuan anggota Polwan melintasi medan sulit dalam bertugas. Perempuan, kata dia, memiliki kekuatan yang luar biasa jika dilatih dengan baik. Mereka dilatih agar tidak cengeng dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. “Ini untuk menjaga fisik polwan agar kuat,” tuturnya.
Selain fisik mereka juga diajarkan tata cara berspan santun dan diberi pendidikan mental. Sehingga kelak mereka akan menjadi pelayan masyarakat yang baik di institusi kepolisian. Mereka juga dilatih untuk menangani berbagai gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat.“Harapan kami , pelatihan ini bisa lebih bermanfaat dan mereka punya bekal kelak saat terjun kemasyarakat nantinya,” pungkas Iis.

Diduga Dilempari oleh Orang Tidak Dikenal


Diduga Dilempari oleh Orang Tidak Dikenal

      CIJEUNGJING – Untuk kedua kalinya, halaman kantor Desa Kertaharja Kecamatan Cijeungjing dilempari limbah tepung aren oleh sekelompok orang tak dikenal. Aksi itu diduga dilakukan pada malam hari sekitar pukul 02.00 dinihari. Perangkat desa dan masyarakat sekitar kantor desa baru mengetahuinya pada Kamis pagi (12/2/2015).
Semua halaman kantor dan nomenklatur desa dipenuhi limbah tersebut. Aksi itu diduga merupakan buntut dari penanganan limbah pabrik tepung aren di Dusun Sarayuda yang tidak tuntas. Kasus serupa pernah terjadi tahun 2014 lalu, dimana warga. Waktu itu warga memprotes limbah pabrik yang mengeluarkan bau menyengat ke pemukiman. Satpol PP kala itu sempat menutup aktivitas pabrik untuk sementara waktu sampai adanya penyelesaian.
“Kejadian ini (pelemparan, Red) diluar dugaan warga. Masyarakat disini berbeda cara, ada yang setuju dengan prosedur baik-baik, ada juga yang protes. Beberapa waktu lalu kita sudah malayangkan surat memohon tindak lanjut permasalahan ini, tapi belum ada tanggapan,” ujar Abah Bayu, tokoh masyarakat desa kemarin.
Menurutnya warga masih kesal dengan aktivitas pabrik tepung aren yang menyisakan limbah dengan bau tak sedap. Limbah itu mencemari aliran Sungai Cisepet. Padahal tahun 2014 lalu pabrik itu sempat ditutup sementara. Tapi pabrik itu kembali beraktivitas. “Yang terkena dampaknya bukan dari Desa Kertaharja saja tapi sepanjang aliran Sungai Cisepet. Seperti Desa Pamalayan. Pabrik juga tidak ada surat ijin tapi masih dibiarkan,” tuturnya.
Dia menilai pemilik pabrik tidak punya itikad baik karena hingga kini mereka tidak mengatasi limbah yang mencemari lingkungan warga.
Penjabat Sementara Kepala Desa Kertaharja Otong Dadi menuturkan peristiwa pelemparan itu sudah terjadi kesekian kali. Aparat desa telah beberapa kali memfasilitasi penyelesaian limbah itu, tapi warga yang terkena dampak sudah terlanjur jengkel.
“Kami juga sempat kaget kenapa kejadian ini terjadi. Kami sudah berupaya memediasi tapi yang menentukan kebijakan bukan kami. Kami berharap pemerintah kabupaten cepat tanggap,” kata dia.
Dia menegaskan warga hanya meminta agar limbah tepung itu tidak mencemari sungai karena menimbulkan aroma tak sedap. Soal uji labolatorium, menurutnya pengusaha sudah mengundang konsultan menyusun dokumen UKL dan UPL untuk kelengkapan perizinan.
Ditemui di kantrnya, Kasubbid Pembinaan Pengendalian Pencemaran Lingkungan BPLH Ciamis, Hasidin mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum memberikan rekomendasi layak operasi kepada pabrik tersebut. Alasannya masih menunggu draft dokumen dari perusahaan.
“Kalau nanti sudah ada (draft, Red), maka kami siap untuk membahas apa dan bagaimana cara menanggulangi dampak dari pabrik aci itu dari segi lingkungan hidup,” katanya.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Ciamis Dedi Iwa Saputra menyatakan telah mengirim surat larangan beroperasi sementara waktu kepada para pengusaha pabrik tepung aren. Tapi larangan itu tidak digubris. “Tampaknya mereka kucing-kucingan. Pabrik tidak melihat dampak untuk wilayah sekitar,” jelasnya.
Dikatakannya untuk sementara, Satpol PP bersikap persuasive. Jika langkah tersebut tidak diindahkan oleh para pengusaha tepung aren maka Satpol PP akan melakukan penutupan terhadap pabrik yang bersangkutan. “Sebetulnya kita bisa menindak terutama ditipringkan, tapi kita masih persuasif, kedepan kalau sudah anti klimak kita akan tutup,”tegasnya.(dhs)

Sabtu, 07 Februari 2015

Delapan Korban Masuk ke RS


Delapan Korban Masuk ke RS
Delapan Korban Masuk ke RS
Dinkes Matangkan Konsep Kantin Sehat
TASIK – Sampai pukul 21.00 Jumat (6/2/2015) delapan anak yang menjadi korban keracunan masal di Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasik dirujuk ke RSUD dr Soekardjo. Mereka butuh penananganan lebih intensip yang tak bisa dilaksanakan tim medis Puskesmas Cigantang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr H Cecep Zaenal Kholis menjelaskan dua di antara delapan korban keracunan yang dirawat di RSUD, kondisinya kini membaik. Demikian dikatakannya usai mengisi acara Pos Ronda Radar TV tadi malam (6/2/2015).
Delapan korban keracunan yang diduga dari jajanan sekolah itu, kata dia, bukan korban baru, karena jumlah korban masih sama dengan satu hari lalu 117 orang.
Sampai tadi malam, penyebab keracunan belum bisa dipastikan mengingat hasil laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung. Sebelumnya, orang tua korban, korban dan Dinkes Kota Tasikmalaya menduga para korban keracunan disebabkan saus, fried chicken dan sosis. Makanan itu dijajakan di SDN Cigantang I dan II Mangkubumi.
Dua hari lalu, dr H Cecep mengatakan berkaca dari kasus keracunan masal sebelumnya di Kota Tasikmalaya, makanan berformalin dan rhadomin menyebabkan keracunan.
Tadi malam, Radar menanyakan soal bahayanya formalin dan rhodamin. Dia menjelaskan bahwa dua zat itu untuk pe­ngawet (formalin) dan pewarna (rho­damin). “Ya kalau terlalu sering bisa me­nyebakan (kanker) keganasan,” terangnya.
Tak ingin kecolongan di kemudian hari –murid-murid mengalami keracunan masal— Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman akan membangun kantin sehat di sekolah-sekolah (Radar, 6/2/2015). Lalu bagaimana progresnya? Dokter H Cecep mengaku sudah menindaklanjuti perintah Wali Kota. Dia telah berkoordinasi denga Dinas Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, terangnya, pihak Dinkes secara teknis akan melakukan pembinaan dan pengawasan saat kantin sehat nanti sudah berjalan. “Kita juga nanti berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam mengawasinya,” terangnya.
Ditanya terkait perbedaannya dengan kantin sekolah biasa, dia menjelaskan dalam kantin sehat pengawasannya akan lebih  intensif.  Tentunya, makanan dan minuman yang didagangkan merupakan produk higienis. “Misalkan dalam mencuci wadah dengan air keran, bukan air ember yang digunakan berulang,” imbuhnya.
Bumbu Dibawa Polisi
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK, MA melalui Kasat Reskrim AKP Rusdianto mengaku masih menyelidiki kasus keracunan masal itu. Pihaknya mengabil sampel jajanan yang sudah jadi, bahan olahan, bumbu dan sumber air yang digunakan para pedagang. “Ada empat pedagang yang kita periksa,” ungkapnya saat dihubungi.
Sebelum hasil uji terhadap sampel yang telah diambil dan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan merupakan kesalahan pedagang. Hal itu sehubungan dengan waktu mereka berdagang yang sudah lama. “Nanti kan bisa diketahui permasalahannya dimana,” ujarnya. (rga)
bagikan!

Dinkes Matangkan Konsep Kantin Sehat
TASIK – Sampai pukul 21.00 Jumat (6/2/2015) delapan anak yang menjadi korban keracunan masal di Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasik dirujuk ke RSUD dr Soekardjo. Mereka butuh penananganan lebih intensip yang tak bisa dilaksanakan tim medis Puskesmas Cigantang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr H Cecep Zaenal Kholis menjelaskan dua di antara delapan korban keracunan yang dirawat di RSUD, kondisinya kini membaik. Demikian dikatakannya usai mengisi acara Pos Ronda Radar TV tadi malam (6/2/2015).
Delapan korban keracunan yang diduga dari jajanan sekolah itu, kata dia, bukan korban baru, karena jumlah korban masih sama dengan satu hari lalu 117 orang.
Sampai tadi malam, penyebab keracunan belum bisa dipastikan mengingat hasil laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung. Sebelumnya, orang tua korban, korban dan Dinkes Kota Tasikmalaya menduga para korban keracunan disebabkan saus, fried chicken dan sosis. Makanan itu dijajakan di SDN Cigantang I dan II Mangkubumi.
Dua hari lalu, dr H Cecep mengatakan berkaca dari kasus keracunan masal sebelumnya di Kota Tasikmalaya, makanan berformalin dan rhadomin menyebabkan keracunan.
Tadi malam, Radar menanyakan soal bahayanya formalin dan rhodamin. Dia menjelaskan bahwa dua zat itu untuk pe­ngawet (formalin) dan pewarna (rho­damin). “Ya kalau terlalu sering bisa me­nyebakan (kanker) keganasan,” terangnya.
Tak ingin kecolongan di kemudian hari –murid-murid mengalami keracunan masal— Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman akan membangun kantin sehat di sekolah-sekolah (Radar, 6/2/2015). Lalu bagaimana progresnya? Dokter H Cecep mengaku sudah menindaklanjuti perintah Wali Kota. Dia telah berkoordinasi denga Dinas Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, terangnya, pihak Dinkes secara teknis akan melakukan pembinaan dan pengawasan saat kantin sehat nanti sudah berjalan. “Kita juga nanti berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam mengawasinya,” terangnya.
Ditanya terkait perbedaannya dengan kantin sekolah biasa, dia menjelaskan dalam kantin sehat pengawasannya akan lebih  intensif.  Tentunya, makanan dan minuman yang didagangkan merupakan produk higienis. “Misalkan dalam mencuci wadah dengan air keran, bukan air ember yang digunakan berulang,” imbuhnya.
Bumbu Dibawa Polisi
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK, MA melalui Kasat Reskrim AKP Rusdianto mengaku masih menyelidiki kasus keracunan masal itu. Pihaknya mengabil sampel jajanan yang sudah jadi, bahan olahan, bumbu dan sumber air yang digunakan para pedagang. “Ada empat pedagang yang kita periksa,” ungkapnya saat dihubungi.
Sebelum hasil uji terhadap sampel yang telah diambil dan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan merupakan kesalahan pedagang. Hal itu sehubungan dengan waktu mereka berdagang yang sudah lama. “Nanti kan bisa diketahui permasalahannya dimana,” ujarnya. (rga)
bagikan!

Dinkes Matangkan Konsep Kantin Sehat
TASIK – Sampai pukul 21.00 Jumat (6/2/2015) delapan anak yang menjadi korban keracunan masal di Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasik dirujuk ke RSUD dr Soekardjo. Mereka butuh penananganan lebih intensip yang tak bisa dilaksanakan tim medis Puskesmas Cigantang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr H Cecep Zaenal Kholis menjelaskan dua di antara delapan korban keracunan yang dirawat di RSUD, kondisinya kini membaik. Demikian dikatakannya usai mengisi acara Pos Ronda Radar TV tadi malam (6/2/2015).
Delapan korban keracunan yang diduga dari jajanan sekolah itu, kata dia, bukan korban baru, karena jumlah korban masih sama dengan satu hari lalu 117 orang.
Sampai tadi malam, penyebab keracunan belum bisa dipastikan mengingat hasil laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung. Sebelumnya, orang tua korban, korban dan Dinkes Kota Tasikmalaya menduga para korban keracunan disebabkan saus, fried chicken dan sosis. Makanan itu dijajakan di SDN Cigantang I dan II Mangkubumi.
Dua hari lalu, dr H Cecep mengatakan berkaca dari kasus keracunan masal sebelumnya di Kota Tasikmalaya, makanan berformalin dan rhadomin menyebabkan keracunan.
Tadi malam, Radar menanyakan soal bahayanya formalin dan rhodamin. Dia menjelaskan bahwa dua zat itu untuk pe­ngawet (formalin) dan pewarna (rho­damin). “Ya kalau terlalu sering bisa me­nyebakan (kanker) keganasan,” terangnya.
Tak ingin kecolongan di kemudian hari –murid-murid mengalami keracunan masal— Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman akan membangun kantin sehat di sekolah-sekolah (Radar, 6/2/2015). Lalu bagaimana progresnya? Dokter H Cecep mengaku sudah menindaklanjuti perintah Wali Kota. Dia telah berkoordinasi denga Dinas Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, terangnya, pihak Dinkes secara teknis akan melakukan pembinaan dan pengawasan saat kantin sehat nanti sudah berjalan. “Kita juga nanti berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam mengawasinya,” terangnya.
Ditanya terkait perbedaannya dengan kantin sekolah biasa, dia menjelaskan dalam kantin sehat pengawasannya akan lebih  intensif.  Tentunya, makanan dan minuman yang didagangkan merupakan produk higienis. “Misalkan dalam mencuci wadah dengan air keran, bukan air ember yang digunakan berulang,” imbuhnya.
Bumbu Dibawa Polisi
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK, MA melalui Kasat Reskrim AKP Rusdianto mengaku masih menyelidiki kasus keracunan masal itu. Pihaknya mengabil sampel jajanan yang sudah jadi, bahan olahan, bumbu dan sumber air yang digunakan para pedagang. “Ada empat pedagang yang kita periksa,” ungkapnya saat dihubungi.
Sebelum hasil uji terhadap sampel yang telah diambil dan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan merupakan kesalahan pedagang. Hal itu sehubungan dengan waktu mereka berdagang yang sudah lama. “Nanti kan bisa diketahui permasalahannya dimana,” ujarnya. (rga)
bagikan! Dinkes Matangkan Konsep Kantin Sehat
TASIK – Sampai pukul 21.00 Jumat (6/2/2015) delapan anak yang menjadi korban keracunan masal di Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasik dirujuk ke RSUD dr Soekardjo. Mereka butuh penananganan lebih intensip yang tak bisa dilaksanakan tim medis Puskesmas Cigantang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr H Cecep Zaenal Kholis menjelaskan dua di antara delapan korban keracunan yang dirawat di RSUD, kondisinya kini membaik. Demikian dikatakannya usai mengisi acara Pos Ronda Radar TV tadi malam (6/2/2015).
Delapan korban keracunan yang diduga dari jajanan sekolah itu, kata dia, bukan korban baru, karena jumlah korban masih sama dengan satu hari lalu 117 orang.
Sampai tadi malam, penyebab keracunan belum bisa dipastikan mengingat hasil laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung. Sebelumnya, orang tua korban, korban dan Dinkes Kota Tasikmalaya menduga para korban keracunan disebabkan saus, fried chicken dan sosis. Makanan itu dijajakan di SDN Cigantang I dan II Mangkubumi.
Dua hari lalu, dr H Cecep mengatakan berkaca dari kasus keracunan masal sebelumnya di Kota Tasikmalaya, makanan berformalin dan rhadomin menyebabkan keracunan.
Tadi malam, Radar menanyakan soal bahayanya formalin dan rhodamin. Dia menjelaskan bahwa dua zat itu untuk pe­ngawet (formalin) dan pewarna (rho­damin). “Ya kalau terlalu sering bisa me­nyebakan (kanker) keganasan,” terangnya.
Tak ingin kecolongan di kemudian hari –murid-murid mengalami keracunan masal— Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman akan membangun kantin sehat di sekolah-sekolah (Radar, 6/2/2015). Lalu bagaimana progresnya? Dokter H Cecep mengaku sudah menindaklanjuti perintah Wali Kota. Dia telah berkoordinasi denga Dinas Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, terangnya, pihak Dinkes secara teknis akan melakukan pembinaan dan pengawasan saat kantin sehat nanti sudah berjalan. “Kita juga nanti berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam mengawasinya,” terangnya.
Ditanya terkait perbedaannya dengan kantin sekolah biasa, dia menjelaskan dalam kantin sehat pengawasannya akan lebih  intensif.  Tentunya, makanan dan minuman yang didagangkan merupakan produk higienis. “Misalkan dalam mencuci wadah dengan air keran, bukan air ember yang digunakan berulang,” imbuhnya.
Bumbu Dibawa Polisi
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK, MA melalui Kasat Reskrim AKP Rusdianto mengaku masih menyelidiki kasus keracunan masal itu. Pihaknya mengabil sampel jajanan yang sudah jadi, bahan olahan, bumbu dan sumber air yang digunakan para pedagang. “Ada empat pedagang yang kita periksa,” ungkapnya saat dihubungi.
Sebelum hasil uji terhadap sampel yang telah diambil dan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan merupakan kesalahan pedagang. Hal itu sehubungan dengan waktu mereka berdagang yang sudah lama. “Nanti kan bisa diketahui permasalahannya dimana,” ujarnya. (rga)
bagikan!
www.radartasikmalaya.com