Jumat, 28 November 2014
Kamis, 13 November 2014
Hambat Damkar, Portal Jembatan Doboku Banjar Minta Dibuka
Hambat Damkar, Portal Jembatan Doboku Banjar Minta Dibuka
Keberadaan portal yang terpasang di Jembatan Doboku, kerap membuat mobil pemadam kebakaran (Damkar) terlambat m enangani peristiwa kebakaran di wilayah Kecamatan Purwaharja. Seperti beberapa waktu lalu, saat SMPN 7 mengalami kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Sutaryo Eman Suratman, meminta kepada pihak Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika dan Pariwisata (Dishubkominfopar) Kota Banjar, supaya membuka portal di jalan tersebut.
Hal itu untuk memudahkan mobilisasi armada pemadam kebakaran, jika terjadi lagi peristiwa kebakaran di wilayah Kecamatan Purwaharja dan sekitarnya.
“Sebagai contohnya saat terjadi kebakaran sekolah, kita harus memutar dulu melalui jalan kota, karena akses jalan tercepat menuju lokasi kejadian terhalang portal,” ujar Eman, kepada HR, beberapa waktu lalu.
Menurut Eman, sebelumnya permintaan tersebut sudah disampaikan pihaknya kepada Dishubkominfopar, namun sampai sekarang belum juga ada realisasinya, bahkan terkesan dicuekeun.
Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Penanggulangan Kebakaran BPBD Kota Banjar, Dedi Ruhaedi, menambahkan, jika portal itu tidak dibuka secara permanen, mungkin bisa dengan cara dibuka tutup menggunakan kunci.
Sehingga, ketika ada peristiwa kebakaran di wilayah Purwaharja, armada damkar menjadi mudah melalui Jembatan Dobo. “Kalau bisa dibuka tutup menggunakan kunci, maka kita tidak perlu memutar melalui jalan kota,” kata Dedi, kepada HR, Selasa (11/11/2014).
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Lalu-lintas Dishubkominfopar Kota Banjar, Supendi, membenarkan, bahwa ada permintaan dari pihak BPBD supaya portal yang ada di Jembatan Dobo dibuka tutup dengan menggunakan kunci gembok.
Namun, pihaknya mengaku khawatir kondisi jembatan akan ambrol karena bobot mobil damkar melebihi tonase yang telah ditentukan, yakni maksimal 3,5 ton. “Kalau kami ya boleh saja portal dibuka tutup, tapi kondisi jembatannya mampu tidak untuk menahan beban berat. Sebaba saya khawatir jika dilewati kendaraan berat akan ambrol kembali,” ujarnya.
Selain itu, Sependi juga mengatakan, untuk merubah portal tersebut perlu biaya, serta alur surat birokrasinya harus ada, dan tersedia anggaran untuk membeli kunci gembok berikut pengelasan portal.
Kalau pun portal bisa dibuka tutup, tapi itu hanya untuk kondisi darurat saja, dan nantinya kunci portal dipegang oleh masing-masing, yaitu pihak BPBD dan Dishubkominfopar.
Keberadaan portal yang terpasang di Jembatan Doboku, kerap membuat mobil pemadam kebakaran (Damkar) terlambat m enangani peristiwa kebakaran di wilayah Kecamatan Purwaharja. Seperti beberapa waktu lalu, saat SMPN 7 mengalami kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Sutaryo Eman Suratman, meminta kepada pihak Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika dan Pariwisata (Dishubkominfopar) Kota Banjar, supaya membuka portal di jalan tersebut.
Hal itu untuk memudahkan mobilisasi armada pemadam kebakaran, jika terjadi lagi peristiwa kebakaran di wilayah Kecamatan Purwaharja dan sekitarnya.
“Sebagai contohnya saat terjadi kebakaran sekolah, kita harus memutar dulu melalui jalan kota, karena akses jalan tercepat menuju lokasi kejadian terhalang portal,” ujar Eman, kepada HR, beberapa waktu lalu.
Menurut Eman, sebelumnya permintaan tersebut sudah disampaikan pihaknya kepada Dishubkominfopar, namun sampai sekarang belum juga ada realisasinya, bahkan terkesan dicuekeun.
Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Penanggulangan Kebakaran BPBD Kota Banjar, Dedi Ruhaedi, menambahkan, jika portal itu tidak dibuka secara permanen, mungkin bisa dengan cara dibuka tutup menggunakan kunci.
Sehingga, ketika ada peristiwa kebakaran di wilayah Purwaharja, armada damkar menjadi mudah melalui Jembatan Dobo. “Kalau bisa dibuka tutup menggunakan kunci, maka kita tidak perlu memutar melalui jalan kota,” kata Dedi, kepada HR, Selasa (11/11/2014).
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Lalu-lintas Dishubkominfopar Kota Banjar, Supendi, membenarkan, bahwa ada permintaan dari pihak BPBD supaya portal yang ada di Jembatan Dobo dibuka tutup dengan menggunakan kunci gembok.
Namun, pihaknya mengaku khawatir kondisi jembatan akan ambrol karena bobot mobil damkar melebihi tonase yang telah ditentukan, yakni maksimal 3,5 ton. “Kalau kami ya boleh saja portal dibuka tutup, tapi kondisi jembatannya mampu tidak untuk menahan beban berat. Sebaba saya khawatir jika dilewati kendaraan berat akan ambrol kembali,” ujarnya.
Selain itu, Sependi juga mengatakan, untuk merubah portal tersebut perlu biaya, serta alur surat birokrasinya harus ada, dan tersedia anggaran untuk membeli kunci gembok berikut pengelasan portal.
Kalau pun portal bisa dibuka tutup, tapi itu hanya untuk kondisi darurat saja, dan nantinya kunci portal dipegang oleh masing-masing, yaitu pihak BPBD dan Dishubkominfopar.
Senin, 10 November 2014
KTP Yang Mengosongkan Agamanya
KTP Yang Mengosongkan Agamanya
BANJAR, November 2014
Berdasarkan pantauan HR di
lapangan, ternyata mereka menganut aliran kepercayaan yang tergabung dalam
Paguyuban Budaya Bangsa. Kepercayaan tersebut sangat kental dengan adat dan
budaya Jawa yang telah berkembang di wilayah itu sejak puluhan tahun lalu.
Seperti diakui Sandiarjo (67), warga Dusun Kalapasabrang,
Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari. Dia menuturkan, kepercayaan yang
dianutnya itu merupakan warisan dari nenek moyangnya. “Sudah sejak lama saya
mengosongkan kolom agama di KTP,” ujarnya, kepada HR Online, Senin
(10/11/2014).
Menurut Sandiarjo, dirinya bersama anggota Paguyuban Budaya
Bangsa kerap mengadakan pertemuan rutin untuk melakukan ritual, atau hanya
sekedar tukar pikiran. Walau beda keyakinan dengan masyarakat pada umumnya,
namun Sandiarjo mengaku masih percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Kujangsari, Siti Aisyah,
membenarkan bahwa ada puluhan warganya yang meminta kolom agama pada KTP-nya
dikosongkan. Namun jumlahnya tidak lebih dari 50 Kepala Keluarga.
Penganut kepercayaan itu tidak hanya ada di Desa Kujangsari
saja, tapi sudah menyebar di wilayah Kecamatan Langensari. “Selama mereka tidak
mengganggu ketertiban umum, dan tidak menodai agama yang sudah diakui
pemerintah, pihak desa tidak mempermasalahkannya, karena hal itu sudah menjadi
pilihan dan itu merupakan hak mereka,
Rabu, 05 November 2014
Kasus Penyelewengan Dana di PNPM Cidolog Ciamis
Kasus Penyelewengan Dana di PNPM Cidolog Ciamis
Ciamis. 06/11/2014
Kasus dugaan penyelewengan dana PNPM (Program Nasional Pembedayaan Masyarakat) Perdesaan, di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, ternyata tidak hanya pada pengelolaan uang bergulir sebesar Rp. 318 juta saja, namun ditenggarai terjadi juga pada kegiatan lainnya.
Ketua Fasilitator PNPM Perdesaan Kabupaten Ciamis, Erna Setriana, membenarkan adanya dugaan kasus penyelewengan dana lainnya di UPK PNPM Cidolog. Menurutnya, temuan baru tersebut diketahui setelah ada uang sebesar Rp. 200 juta tidak bisa dipertanggunjawabkan. (Baca juga: Digelapkan, Oknum Pengurus UPK PNPM Cidolog Ciamis Kembalikan Uang)
“Kita sudah melakukan konfirmasi ke seluruh pengurus UPK PNPM Cidolog terkait pertanggungjawaban uang sebesar Rp. 200 juta tersebut. Namun, setelah dikonfirmasi, tidak ada satupun pengurus yang mengaku mengetahui penggunaan uang tersebut,” katanya, kepada Wartawan, saat berkunjung ke kantor PWI Perwakilan Ciamis, Rabu (05/11/2014).
Malah, lanjut Erna, diantaranya pengurus UPK PNPM saling tuding terkait penggunaan dana tersebut. “ Bahkan, terakhir mereka melaporkan uang sebesar Rp. 200 juta itu dipegang oleh pengurus yang sudah meninggal. Hingga saat ini, kita pun belum mengetahui kemana rimbanya uang sebesar itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Polres Ciamis terus melakukan penyelidikan terkait dugaan penyelewengan dana PNPM di Kecamatan Cidolog ini. Bahkan, beberapa pengurus UPK, termasuk Ketua dan Sektertarisnya, sudah diperiksa oleh Polres Ciamis.
Ciamis. 06/11/2014
Kasus dugaan penyelewengan dana PNPM (Program Nasional Pembedayaan Masyarakat) Perdesaan, di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, ternyata tidak hanya pada pengelolaan uang bergulir sebesar Rp. 318 juta saja, namun ditenggarai terjadi juga pada kegiatan lainnya.
Ketua Fasilitator PNPM Perdesaan Kabupaten Ciamis, Erna Setriana, membenarkan adanya dugaan kasus penyelewengan dana lainnya di UPK PNPM Cidolog. Menurutnya, temuan baru tersebut diketahui setelah ada uang sebesar Rp. 200 juta tidak bisa dipertanggunjawabkan. (Baca juga: Digelapkan, Oknum Pengurus UPK PNPM Cidolog Ciamis Kembalikan Uang)
“Kita sudah melakukan konfirmasi ke seluruh pengurus UPK PNPM Cidolog terkait pertanggungjawaban uang sebesar Rp. 200 juta tersebut. Namun, setelah dikonfirmasi, tidak ada satupun pengurus yang mengaku mengetahui penggunaan uang tersebut,” katanya, kepada Wartawan, saat berkunjung ke kantor PWI Perwakilan Ciamis, Rabu (05/11/2014).
Malah, lanjut Erna, diantaranya pengurus UPK PNPM saling tuding terkait penggunaan dana tersebut. “ Bahkan, terakhir mereka melaporkan uang sebesar Rp. 200 juta itu dipegang oleh pengurus yang sudah meninggal. Hingga saat ini, kita pun belum mengetahui kemana rimbanya uang sebesar itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Polres Ciamis terus melakukan penyelidikan terkait dugaan penyelewengan dana PNPM di Kecamatan Cidolog ini. Bahkan, beberapa pengurus UPK, termasuk Ketua dan Sektertarisnya, sudah diperiksa oleh Polres Ciamis.
Selasa, 21 Oktober 2014
Perkiraan Cuaca Tasikmalaya 22 October 2014 hingga 23 October 2014
Perkiraan Cuaca Tasikmalaya 22 October 2014 hingga 23 October 2014
Cuaca :Hujan Ringan
suhu : 22 - 32 (°C)
Kelembaban : 54 - 93%
Kecepatan Angin : 20 (km/jam)
Arah Angin : Tenggara
suhu : 22 - 32 (°C)
Kelembaban : 54 - 93%
Kecepatan Angin : 20 (km/jam)
Arah Angin : Tenggara
Langganan:
Postingan (Atom)





