Kamis, 12 Februari 2015

Mental dan Fisik Polwan Digembleng

Mental dan Fisik Polwan Digembleng

CIAMIS – Sekitar 27 orang anggota polwan dari Polda Jawa Barat menjalani penggemblengan mental dan fisik di Ciamis. Mereka diberi pelatihan fisik seperti jalan kaki sepanjang lima kilometer dan jalan bebek, berjalan sambil jongkok di aliran sungai hingga merangkak. Penggemblengan dilakukan di Lingkungan Cibeureum Kelurahan Sindangrasa Ciamis.
Paur Humas Polres Ciamis IPDA Hj Iis Yeni Idaningsih SH mengatakan semua plwan akan menjalani latihan selama dua bulan di Ciamis. “Kami berikan pelatihan fisik dan rintangan kepada mereka,”ujarnya saat ditemui kemarin (12/2/2015).
Pemberian latihan dan rintangan itu untuk melatih kemampuan anggota Polwan melintasi medan sulit dalam bertugas. Perempuan, kata dia, memiliki kekuatan yang luar biasa jika dilatih dengan baik. Mereka dilatih agar tidak cengeng dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. “Ini untuk menjaga fisik polwan agar kuat,” tuturnya.
Selain fisik mereka juga diajarkan tata cara berspan santun dan diberi pendidikan mental. Sehingga kelak mereka akan menjadi pelayan masyarakat yang baik di institusi kepolisian. Mereka juga dilatih untuk menangani berbagai gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat.“Harapan kami , pelatihan ini bisa lebih bermanfaat dan mereka punya bekal kelak saat terjun kemasyarakat nantinya,” pungkas Iis.

Diduga Dilempari oleh Orang Tidak Dikenal


Diduga Dilempari oleh Orang Tidak Dikenal

      CIJEUNGJING – Untuk kedua kalinya, halaman kantor Desa Kertaharja Kecamatan Cijeungjing dilempari limbah tepung aren oleh sekelompok orang tak dikenal. Aksi itu diduga dilakukan pada malam hari sekitar pukul 02.00 dinihari. Perangkat desa dan masyarakat sekitar kantor desa baru mengetahuinya pada Kamis pagi (12/2/2015).
Semua halaman kantor dan nomenklatur desa dipenuhi limbah tersebut. Aksi itu diduga merupakan buntut dari penanganan limbah pabrik tepung aren di Dusun Sarayuda yang tidak tuntas. Kasus serupa pernah terjadi tahun 2014 lalu, dimana warga. Waktu itu warga memprotes limbah pabrik yang mengeluarkan bau menyengat ke pemukiman. Satpol PP kala itu sempat menutup aktivitas pabrik untuk sementara waktu sampai adanya penyelesaian.
“Kejadian ini (pelemparan, Red) diluar dugaan warga. Masyarakat disini berbeda cara, ada yang setuju dengan prosedur baik-baik, ada juga yang protes. Beberapa waktu lalu kita sudah malayangkan surat memohon tindak lanjut permasalahan ini, tapi belum ada tanggapan,” ujar Abah Bayu, tokoh masyarakat desa kemarin.
Menurutnya warga masih kesal dengan aktivitas pabrik tepung aren yang menyisakan limbah dengan bau tak sedap. Limbah itu mencemari aliran Sungai Cisepet. Padahal tahun 2014 lalu pabrik itu sempat ditutup sementara. Tapi pabrik itu kembali beraktivitas. “Yang terkena dampaknya bukan dari Desa Kertaharja saja tapi sepanjang aliran Sungai Cisepet. Seperti Desa Pamalayan. Pabrik juga tidak ada surat ijin tapi masih dibiarkan,” tuturnya.
Dia menilai pemilik pabrik tidak punya itikad baik karena hingga kini mereka tidak mengatasi limbah yang mencemari lingkungan warga.
Penjabat Sementara Kepala Desa Kertaharja Otong Dadi menuturkan peristiwa pelemparan itu sudah terjadi kesekian kali. Aparat desa telah beberapa kali memfasilitasi penyelesaian limbah itu, tapi warga yang terkena dampak sudah terlanjur jengkel.
“Kami juga sempat kaget kenapa kejadian ini terjadi. Kami sudah berupaya memediasi tapi yang menentukan kebijakan bukan kami. Kami berharap pemerintah kabupaten cepat tanggap,” kata dia.
Dia menegaskan warga hanya meminta agar limbah tepung itu tidak mencemari sungai karena menimbulkan aroma tak sedap. Soal uji labolatorium, menurutnya pengusaha sudah mengundang konsultan menyusun dokumen UKL dan UPL untuk kelengkapan perizinan.
Ditemui di kantrnya, Kasubbid Pembinaan Pengendalian Pencemaran Lingkungan BPLH Ciamis, Hasidin mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum memberikan rekomendasi layak operasi kepada pabrik tersebut. Alasannya masih menunggu draft dokumen dari perusahaan.
“Kalau nanti sudah ada (draft, Red), maka kami siap untuk membahas apa dan bagaimana cara menanggulangi dampak dari pabrik aci itu dari segi lingkungan hidup,” katanya.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Ciamis Dedi Iwa Saputra menyatakan telah mengirim surat larangan beroperasi sementara waktu kepada para pengusaha pabrik tepung aren. Tapi larangan itu tidak digubris. “Tampaknya mereka kucing-kucingan. Pabrik tidak melihat dampak untuk wilayah sekitar,” jelasnya.
Dikatakannya untuk sementara, Satpol PP bersikap persuasive. Jika langkah tersebut tidak diindahkan oleh para pengusaha tepung aren maka Satpol PP akan melakukan penutupan terhadap pabrik yang bersangkutan. “Sebetulnya kita bisa menindak terutama ditipringkan, tapi kita masih persuasif, kedepan kalau sudah anti klimak kita akan tutup,”tegasnya.(dhs)

Sabtu, 07 Februari 2015

Delapan Korban Masuk ke RS


Delapan Korban Masuk ke RS
Delapan Korban Masuk ke RS
Dinkes Matangkan Konsep Kantin Sehat
TASIK – Sampai pukul 21.00 Jumat (6/2/2015) delapan anak yang menjadi korban keracunan masal di Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasik dirujuk ke RSUD dr Soekardjo. Mereka butuh penananganan lebih intensip yang tak bisa dilaksanakan tim medis Puskesmas Cigantang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr H Cecep Zaenal Kholis menjelaskan dua di antara delapan korban keracunan yang dirawat di RSUD, kondisinya kini membaik. Demikian dikatakannya usai mengisi acara Pos Ronda Radar TV tadi malam (6/2/2015).
Delapan korban keracunan yang diduga dari jajanan sekolah itu, kata dia, bukan korban baru, karena jumlah korban masih sama dengan satu hari lalu 117 orang.
Sampai tadi malam, penyebab keracunan belum bisa dipastikan mengingat hasil laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung. Sebelumnya, orang tua korban, korban dan Dinkes Kota Tasikmalaya menduga para korban keracunan disebabkan saus, fried chicken dan sosis. Makanan itu dijajakan di SDN Cigantang I dan II Mangkubumi.
Dua hari lalu, dr H Cecep mengatakan berkaca dari kasus keracunan masal sebelumnya di Kota Tasikmalaya, makanan berformalin dan rhadomin menyebabkan keracunan.
Tadi malam, Radar menanyakan soal bahayanya formalin dan rhodamin. Dia menjelaskan bahwa dua zat itu untuk pe­ngawet (formalin) dan pewarna (rho­damin). “Ya kalau terlalu sering bisa me­nyebakan (kanker) keganasan,” terangnya.
Tak ingin kecolongan di kemudian hari –murid-murid mengalami keracunan masal— Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman akan membangun kantin sehat di sekolah-sekolah (Radar, 6/2/2015). Lalu bagaimana progresnya? Dokter H Cecep mengaku sudah menindaklanjuti perintah Wali Kota. Dia telah berkoordinasi denga Dinas Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, terangnya, pihak Dinkes secara teknis akan melakukan pembinaan dan pengawasan saat kantin sehat nanti sudah berjalan. “Kita juga nanti berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam mengawasinya,” terangnya.
Ditanya terkait perbedaannya dengan kantin sekolah biasa, dia menjelaskan dalam kantin sehat pengawasannya akan lebih  intensif.  Tentunya, makanan dan minuman yang didagangkan merupakan produk higienis. “Misalkan dalam mencuci wadah dengan air keran, bukan air ember yang digunakan berulang,” imbuhnya.
Bumbu Dibawa Polisi
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK, MA melalui Kasat Reskrim AKP Rusdianto mengaku masih menyelidiki kasus keracunan masal itu. Pihaknya mengabil sampel jajanan yang sudah jadi, bahan olahan, bumbu dan sumber air yang digunakan para pedagang. “Ada empat pedagang yang kita periksa,” ungkapnya saat dihubungi.
Sebelum hasil uji terhadap sampel yang telah diambil dan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan merupakan kesalahan pedagang. Hal itu sehubungan dengan waktu mereka berdagang yang sudah lama. “Nanti kan bisa diketahui permasalahannya dimana,” ujarnya. (rga)
bagikan!

Dinkes Matangkan Konsep Kantin Sehat
TASIK – Sampai pukul 21.00 Jumat (6/2/2015) delapan anak yang menjadi korban keracunan masal di Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasik dirujuk ke RSUD dr Soekardjo. Mereka butuh penananganan lebih intensip yang tak bisa dilaksanakan tim medis Puskesmas Cigantang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr H Cecep Zaenal Kholis menjelaskan dua di antara delapan korban keracunan yang dirawat di RSUD, kondisinya kini membaik. Demikian dikatakannya usai mengisi acara Pos Ronda Radar TV tadi malam (6/2/2015).
Delapan korban keracunan yang diduga dari jajanan sekolah itu, kata dia, bukan korban baru, karena jumlah korban masih sama dengan satu hari lalu 117 orang.
Sampai tadi malam, penyebab keracunan belum bisa dipastikan mengingat hasil laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung. Sebelumnya, orang tua korban, korban dan Dinkes Kota Tasikmalaya menduga para korban keracunan disebabkan saus, fried chicken dan sosis. Makanan itu dijajakan di SDN Cigantang I dan II Mangkubumi.
Dua hari lalu, dr H Cecep mengatakan berkaca dari kasus keracunan masal sebelumnya di Kota Tasikmalaya, makanan berformalin dan rhadomin menyebabkan keracunan.
Tadi malam, Radar menanyakan soal bahayanya formalin dan rhodamin. Dia menjelaskan bahwa dua zat itu untuk pe­ngawet (formalin) dan pewarna (rho­damin). “Ya kalau terlalu sering bisa me­nyebakan (kanker) keganasan,” terangnya.
Tak ingin kecolongan di kemudian hari –murid-murid mengalami keracunan masal— Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman akan membangun kantin sehat di sekolah-sekolah (Radar, 6/2/2015). Lalu bagaimana progresnya? Dokter H Cecep mengaku sudah menindaklanjuti perintah Wali Kota. Dia telah berkoordinasi denga Dinas Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, terangnya, pihak Dinkes secara teknis akan melakukan pembinaan dan pengawasan saat kantin sehat nanti sudah berjalan. “Kita juga nanti berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam mengawasinya,” terangnya.
Ditanya terkait perbedaannya dengan kantin sekolah biasa, dia menjelaskan dalam kantin sehat pengawasannya akan lebih  intensif.  Tentunya, makanan dan minuman yang didagangkan merupakan produk higienis. “Misalkan dalam mencuci wadah dengan air keran, bukan air ember yang digunakan berulang,” imbuhnya.
Bumbu Dibawa Polisi
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK, MA melalui Kasat Reskrim AKP Rusdianto mengaku masih menyelidiki kasus keracunan masal itu. Pihaknya mengabil sampel jajanan yang sudah jadi, bahan olahan, bumbu dan sumber air yang digunakan para pedagang. “Ada empat pedagang yang kita periksa,” ungkapnya saat dihubungi.
Sebelum hasil uji terhadap sampel yang telah diambil dan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan merupakan kesalahan pedagang. Hal itu sehubungan dengan waktu mereka berdagang yang sudah lama. “Nanti kan bisa diketahui permasalahannya dimana,” ujarnya. (rga)
bagikan!

Dinkes Matangkan Konsep Kantin Sehat
TASIK – Sampai pukul 21.00 Jumat (6/2/2015) delapan anak yang menjadi korban keracunan masal di Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasik dirujuk ke RSUD dr Soekardjo. Mereka butuh penananganan lebih intensip yang tak bisa dilaksanakan tim medis Puskesmas Cigantang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr H Cecep Zaenal Kholis menjelaskan dua di antara delapan korban keracunan yang dirawat di RSUD, kondisinya kini membaik. Demikian dikatakannya usai mengisi acara Pos Ronda Radar TV tadi malam (6/2/2015).
Delapan korban keracunan yang diduga dari jajanan sekolah itu, kata dia, bukan korban baru, karena jumlah korban masih sama dengan satu hari lalu 117 orang.
Sampai tadi malam, penyebab keracunan belum bisa dipastikan mengingat hasil laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung. Sebelumnya, orang tua korban, korban dan Dinkes Kota Tasikmalaya menduga para korban keracunan disebabkan saus, fried chicken dan sosis. Makanan itu dijajakan di SDN Cigantang I dan II Mangkubumi.
Dua hari lalu, dr H Cecep mengatakan berkaca dari kasus keracunan masal sebelumnya di Kota Tasikmalaya, makanan berformalin dan rhadomin menyebabkan keracunan.
Tadi malam, Radar menanyakan soal bahayanya formalin dan rhodamin. Dia menjelaskan bahwa dua zat itu untuk pe­ngawet (formalin) dan pewarna (rho­damin). “Ya kalau terlalu sering bisa me­nyebakan (kanker) keganasan,” terangnya.
Tak ingin kecolongan di kemudian hari –murid-murid mengalami keracunan masal— Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman akan membangun kantin sehat di sekolah-sekolah (Radar, 6/2/2015). Lalu bagaimana progresnya? Dokter H Cecep mengaku sudah menindaklanjuti perintah Wali Kota. Dia telah berkoordinasi denga Dinas Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, terangnya, pihak Dinkes secara teknis akan melakukan pembinaan dan pengawasan saat kantin sehat nanti sudah berjalan. “Kita juga nanti berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam mengawasinya,” terangnya.
Ditanya terkait perbedaannya dengan kantin sekolah biasa, dia menjelaskan dalam kantin sehat pengawasannya akan lebih  intensif.  Tentunya, makanan dan minuman yang didagangkan merupakan produk higienis. “Misalkan dalam mencuci wadah dengan air keran, bukan air ember yang digunakan berulang,” imbuhnya.
Bumbu Dibawa Polisi
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK, MA melalui Kasat Reskrim AKP Rusdianto mengaku masih menyelidiki kasus keracunan masal itu. Pihaknya mengabil sampel jajanan yang sudah jadi, bahan olahan, bumbu dan sumber air yang digunakan para pedagang. “Ada empat pedagang yang kita periksa,” ungkapnya saat dihubungi.
Sebelum hasil uji terhadap sampel yang telah diambil dan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan merupakan kesalahan pedagang. Hal itu sehubungan dengan waktu mereka berdagang yang sudah lama. “Nanti kan bisa diketahui permasalahannya dimana,” ujarnya. (rga)
bagikan! Dinkes Matangkan Konsep Kantin Sehat
TASIK – Sampai pukul 21.00 Jumat (6/2/2015) delapan anak yang menjadi korban keracunan masal di Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasik dirujuk ke RSUD dr Soekardjo. Mereka butuh penananganan lebih intensip yang tak bisa dilaksanakan tim medis Puskesmas Cigantang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr H Cecep Zaenal Kholis menjelaskan dua di antara delapan korban keracunan yang dirawat di RSUD, kondisinya kini membaik. Demikian dikatakannya usai mengisi acara Pos Ronda Radar TV tadi malam (6/2/2015).
Delapan korban keracunan yang diduga dari jajanan sekolah itu, kata dia, bukan korban baru, karena jumlah korban masih sama dengan satu hari lalu 117 orang.
Sampai tadi malam, penyebab keracunan belum bisa dipastikan mengingat hasil laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung. Sebelumnya, orang tua korban, korban dan Dinkes Kota Tasikmalaya menduga para korban keracunan disebabkan saus, fried chicken dan sosis. Makanan itu dijajakan di SDN Cigantang I dan II Mangkubumi.
Dua hari lalu, dr H Cecep mengatakan berkaca dari kasus keracunan masal sebelumnya di Kota Tasikmalaya, makanan berformalin dan rhadomin menyebabkan keracunan.
Tadi malam, Radar menanyakan soal bahayanya formalin dan rhodamin. Dia menjelaskan bahwa dua zat itu untuk pe­ngawet (formalin) dan pewarna (rho­damin). “Ya kalau terlalu sering bisa me­nyebakan (kanker) keganasan,” terangnya.
Tak ingin kecolongan di kemudian hari –murid-murid mengalami keracunan masal— Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman akan membangun kantin sehat di sekolah-sekolah (Radar, 6/2/2015). Lalu bagaimana progresnya? Dokter H Cecep mengaku sudah menindaklanjuti perintah Wali Kota. Dia telah berkoordinasi denga Dinas Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, terangnya, pihak Dinkes secara teknis akan melakukan pembinaan dan pengawasan saat kantin sehat nanti sudah berjalan. “Kita juga nanti berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam mengawasinya,” terangnya.
Ditanya terkait perbedaannya dengan kantin sekolah biasa, dia menjelaskan dalam kantin sehat pengawasannya akan lebih  intensif.  Tentunya, makanan dan minuman yang didagangkan merupakan produk higienis. “Misalkan dalam mencuci wadah dengan air keran, bukan air ember yang digunakan berulang,” imbuhnya.
Bumbu Dibawa Polisi
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK, MA melalui Kasat Reskrim AKP Rusdianto mengaku masih menyelidiki kasus keracunan masal itu. Pihaknya mengabil sampel jajanan yang sudah jadi, bahan olahan, bumbu dan sumber air yang digunakan para pedagang. “Ada empat pedagang yang kita periksa,” ungkapnya saat dihubungi.
Sebelum hasil uji terhadap sampel yang telah diambil dan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan merupakan kesalahan pedagang. Hal itu sehubungan dengan waktu mereka berdagang yang sudah lama. “Nanti kan bisa diketahui permasalahannya dimana,” ujarnya. (rga)
bagikan!
www.radartasikmalaya.com

Launching

Launching

Persib Gelar Launching Tim Sambut Musim 2015
Persib Bandung menggelar launching jelang tampil di kompetisi Indonesia Super League musim 2015.

Bertempat di Stadion Siliwangi, Jumat (6/2) sore, para bobotoh sudah mendatangi stadion yang bersejarah bagi tim Maung Bandung tersebut sejak pukul 15.00 WIB.

Hujan deras yang mengguyur Kota Kembang pun tidak menyurutkan animo bobotoh yang ingin melihat komposisi pemain serta jersey anyar yang akan digunakan selama mengarungi kompetisi.

Acara sendiri baru dimulai pukul 17.20 WIB dan diawali dengan aksi band Kuburan.

Band yang menyembunyikan identitas mereka dengan dandanan nyentrik itu pun menyanyikan nomor-nomor andalan mereka seperti Euis Mojang Priangan dan Lupa-Lupa Ingat.

Mereka juga membawakan lagu terbarunya berjudul Persib Juara, Juara Persib. Selain itu rapper Ebith Beat A pun didaulat untuk berkolaborasi.

Event ini bukan hanya dihadiri oleh bobotoh, para petinggi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) pun ikut hadir, termasuk sang Direktur Utama, Glenn Sugita.

Selain itu Walikota Bandung, Ridwan Kamil pun menyempatkan hadir dalam perilisan skuat Maung Bandung tersebut.

Selepas break shalat Maghrib dan Isya, acara yang sempat ngaret selama 30 menit itu dilanjutkan dengan pemutaran video tentang sejarah Persib sejak berdirinya klub kebanggan warga Jawa Barat tersebut tahun 1933.
Selain itu video ini juga menceritakan detik-detik perjuangan Persib meraih tahta juara musim lalu.

Launching Persib mencapai klimaksnya ketika para model memperlihatkan jersey yang akan digunakan oleh para pemain Maung Bandung.

Sebanyak 9 desain jersey dipergakan oleh model, dan terdiri dari kostum untuk berlaga di ISL, kompetisi Asia dan kostum bagi para Maung Ngora.

Baru setelah itu para pemain Maung Bandung diperkenalkan satu persatu kepada bobotoh.

Tepuk tangan serta teriakan histeris pun terdengar dari tribun penonton. Dimulai dari penjaga gawang Shahar Ginanjar hingga ditutup dengan bomber Yandi Sofyan, semuanya mendapat sambutan positif dari para bobotoh.

Selepas perkenalan pemain, acara hiburan pun dilanjutkan dengan pertandingan antara pemain Diklat Persib melawan mantan pemain Persib di era 80 dan 90an.

Pelatih Persib, Jajang Nurjaman pun ikut merumput dengan para legenda yang pernah mengharumkan nama Maung Bandung tersebut. Para Maung Ngora pun unggul 3-0.

Sementara itu sebagai penutup, tim Persib di musim ini melakukan pertandingan melawan pendahulu mereka yang sukses membawa Persib menjadi juara di tahun 1995.

Persib versi 2015 pun unggul telak dengan skor 4-0 lewat gol yang dilesakkan oleh Tantan, Konate Makan (2 gol) dan Rudiyana.

Berikut adalah 21 pemain Persib 2015
M Natsir,Vladimir Vujovic,Dias Angga
Tony Sucipto,Atep Taufiq,Konate Makan,Dedi Kusnandar,Shahar Ginanjar,M Agung Pribadi,Firman Utina,Ahmad Jufriyanto,RudiyanaDepan
Jajang Sukmara,Supardi Nasir,M Ridwan,Hariono,Abdul Rahman,I Made Wirawan,Tantan,Yandi Sofyan.
Sumber:Mochammad Syaban Rinaldi/SIMAMAUNG.COM

www.psgc.co.id

Kamis, 05 Februari 2015

42 Murid SD Keracunan di Tasikmalaya

TASIK – Puluhan warga Cigantang dan sekitarnya di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya mendapatkan perawatan medis di Puskesmas dan Kantor Kelurahan Cigantang tadi malam. Sampai Kamis (5/2/2015) pukul 01.30, jumlah anak-anak berusia SD yang diduga mengalami keracunan mencapai 42 orang. Jumlah korban diduga akan masih bertambah.
   Ruhe, salah satu ibu korban mengatakan anaknya mengalami mual-mual setelah jajan di sekolahnya Selasa (3/2/2015). “Katanya sih jajan chiken (ayam tepung, Red) di sekolah dan menggunakan saus,” paparn warga Pajagan di ruang rawat Puskesmas Pembantu Cigantang.
Budi (12), salah satu siswa kelas enam di SDN 2 Cigantang yang menjadi korban mengaku puyeng, terus muntah muntah dan buang air besar. “Sebelum dibawa ke sini saya diberi teh pahit untuk meredakan buang air, namun tidak ada hasil,” ungkapnya.
Sampai Kamis dini hari, para pasien masih menghuni aula kantor Kelurahan Cigantang, karena puskesmas Cigantang, di sebelahnya tak bisa menampung para pasien. Sebagian pasien ada yang sudah dibawa pulang keluarganya. Ada juga yang dibawa ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Dokter Arif dari Puskesmas Cigantang mengatakan pihaknya memberikan obat penghilang rasa pusing, mual dan buang air kepada para pasien. Untuk penyebab puluhan anak-anak mengalami mual masal itu, pihaknya belum bisa memastikannya. “Kasus ini belum bisa dipastikan dari apa. Kita masih melakukan pemeriksaan. Jadi belum bisa di pastikan penyebabnya,” ujarnya di kantor kelurahan.
Hani (12) dan Rinrin (11), korban lainnya asal Gunung Ucing, Mangkubumi tadi malam dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soekardjo karena dugaan keracunan jajanan.
Buloh (39), ayah Hani mengatakan anaknya yang masih duduk di bangku kelas enam SDN Cigantang I awalnya mengeluh sakit di bagian perut kemudian merasakan gejala seperti mules, mencret disertai dengan muntah-muntah. “Dari hari Selasa anak saya merasakan gejala ini,” ujar Buloh saat ditemui di IGD Kamis dini hari.
Kata Buloh, anaknya sempat membeli jajanan di sekolahnya yang berbahan dari saus.
Sebelum membawa Hani ke RSUD, Buloh memberikan pengobatan dengan obat warung tetapi tetap saja tidak ada hasilnya dan akhirnya dirinya membawa anaknya ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya. Saat di IGD, Hani masih mengalami muntah-muntah. Sedangkan korban lainnya, Rinrin (11) kondisinya sedikit membaik. Keduanya mendapatkan perawatan dari dokter rumah sakit milik Pemkot Tasikmalaya itu.

Incoming search terms:

  • keracunan di tasikmalaya
  • korban keracunan di tasikmalaya
  • 17 anak sekolah ditasikmalaya keracunan
  • berita keracunan tasikmalaya
  • anak SD keracunan di tasikmalaya